Surakarta, 7 Juli 2026 — Sebuah langkah bersejarah kembali ditorehkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Jajar Islamic Center (JIC) Surakarta. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, STAI JIC Surakarta sukses menyelenggarakan Dauroh Syar’iyyah Internasional dengan menghadirkan ulama langsung dari Republik Yaman, sebuah negara yang dikenal sebagai salah satu pusat lahirnya ulama dan tradisi keilmuan Islam yang bersanad.
Mengangkat tema “Pengantar Fiqh Madzhab Syafi’i” (المدخل إلى الفقه الشافعي), kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen STAI JIC Surakarta dalam menghadirkan pendidikan Islam yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga terhubung langsung dengan mata rantai keilmuan para ulama. Melalui kegiatan ini, STAI JIC Surakarta ingin membuka ruang belajar yang lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan atmosfer keilmuan yang autentik dan bertaraf internasional.
Bertempat di Hotel Multazam Kartasura, pada Selasa, 7 Juli 2026, dauroh ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, santri, serta para pencinta ilmu syar’i dalam sebuah majelis ilmu bertaraf internasional. Agenda ini sekaligus menjadi tonggak baru bagi STAI JIC Surakarta dalam memperluas jejaring akademik dengan dunia Islam internasional.
Menghadirkan Sanad Keilmuan dari Pusatnya
Dauroh ini menghadirkan dua tokoh utama:
- Asy-Syaikh Nu’man bin Abdil Karim Al-Watr حفظه الله: Beliau adalah seorang dai dari Kementerian Wakaf dan Irsyad Yaman sekaligus Mudir Ma’had Darul Hadits Makho yang memegang sanad kitab-kitab fiqih Syafi’i. Sebagai ulama yang aktif membina para penuntut ilmu di Yaman, kehadiran beliau memberikan kesempatan langka bagi peserta untuk merasakan atmosfer keilmuan internasional yang autentik
- Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi حفظه الله: Hadir sebagai keynote speaker yang menekankan pentingnya menjaga pemahaman agama sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kehadiran beliau memberikan penguatan fundamental mengenai pentingnya menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersumber dari pemahaman para ulama agar tetap terjaga kemurniannya
Melalui kehadiran para tokoh ini, STAI JIC Surakarta berupaya memastikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga tentang menjaga kesinambungan sanad dari para ulama kepada generasi berikutnya
Keistimewaan Dauroh: Full Bahasa Arab
Salah satu keistimewaan dauroh ini adalah seluruh materi disampaikan langsung dalam bahasa Arab tanpa penerjemah. Konsep tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam sekaligus melatih peserta memahami penyampaian ilmu secara langsung dari sumbernya.
Peserta tidak hanya mempelajari materi fiqih Madzhab Syafi’i, tetapi juga berinteraksi dengan istilah-istilah ilmiah dalam bahasa Arab sebagaimana lazim digunakan di berbagai lembaga pendidikan Islam di Timur Tengah. Pengalaman ini menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan dalam kegiatan kajian pada umumnya.
Berbeda dengan seminar umum, Dauroh Syar’iyyah Internasional ini diselenggarakan secara terbatas melalui sistem undangan dan dikhususkan bagi peserta ikhwan. Konsep ini dipilih agar proses pembelajaran berlangsung lebih kondusif dan interaksi ilmiah antara pemateri dan peserta dapat berjalan secara maksimal.
Komitmen Membangun Generasi Bersanad
Ketua STAI JIC Surakarta, Ahmad Nur Hafid, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan dauroh ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat tradisi keilmuan Islam yang bersanad, khususnya dalam bidang fiqih Madzhab Syafi’i. Menurut beliau, pendidikan Islam tidak hanya berbicara tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang menjaga kesinambungan sanad keilmuan dari para ulama.
Beliau mengatakan:
“Alhamdulillah, ini merupakan momentum bersejarah bagi STAI JIC Surakarta. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan semangat menuntut ilmu syar’i yang berlandaskan sanad di tengah masyarakat,” ujar beliau
Lebih lanjut, beliau berharap kehadiran ulama dari Yaman dapat membuka ruang kolaborasi ilmiah yang lebih luas antara akademisi, mahasiswa, santri, dan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, semangat menuntut ilmu syar’i yang berlandaskan sanad dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menuju Pusat Pendidikan Islam Berkualitas
Keberhasilan penyelenggaraan perdana ini menjadi langkah awal bagi STAI JIC Surakarta untuk menghadirkan lebih banyak program akademik bertaraf internasional. Kampus berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang semakin memperkaya khazanah keilmuan Islam di Indonesia.
Melalui Dauroh Syar’iyyah Internasional ini, STAI JIC Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang berorientasi pada kualitas akademik dan perluasan jejaring internasional. Berbagai program yang diselenggarakan diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus karakter islami yang kuat.
STAI JIC Surakarta akan terus menghadirkan berbagai forum ilmiah bersama para ulama dan akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar kampus dalam membangun tradisi pendidikan Islam yang unggul, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi umat.



